Catatan MTQN XXI Kendari 2006: Potret Dinamika Kaligrafi Alquran di Indonesia

Menulis indah Al-Qur’an atau lazim disebut Kaligrafi Al-Qur’an (al-Khath al-‘Arabi) merupakan salah satu mata lomba yang dimusabaqahkan dalam perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang secara resmi baru diperkenalkan pada MTQN tahun 1988 di Bandar Lampung. Kehadiran mata lomba ini tak lepas dari suatu dasar pemikiran untuk melestarikan seni adiluhung, yang oleh Yaqut al-Musta’shimi (maestro Kaligrafi dunia) Baca lebih lanjut

Keagungan Seni Kaligrafi Islam

KALIGRAFI Islam adalah seni ruhani. “Islamic Calligraphy is a spiritual geometry brought about with material tools”, demikian Yaqut al-Musta’shimi, sang Maestro klasik, menggambarkan keagungan warisan tamaddun Islam ini. Kaligrafi Islam memang bukan sembarang karya seni rupa, karena diyakini memancarkan pesona spiritualitas. Baca lebih lanjut

Menyambut Pospenas II: Kyai, Santri, dan Pesantren

DAHULU, persepsi publik terhadap performa santri, kyai, dan pesantren sedemikian eksklusif dan penuh pesona. Santri digambarkan sebagai kandidat manusia suci yang kelak diserahi tugas menyampaikan risalah keagamaan di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sebagian kalangan menempatkan mereka kedalam lingkaran komunitas “priyayi” atau elite keagamaan.

Baca lebih lanjut

Musâbaqah Qirâ’at al-Kutub (MQK) & Upaya Pelestarian Warisan Intelektual Banten

KETIKA kita mengarungi lintasan sejarah sosial intelektual Islam Nusantara, maka masyarakat Banten pantas berbangga. Pada sekira abad XVIII-XIX, di tatar inilah lahir Syeikh Nawawi al-Bantani (al-Jâwi), sosok ulama kharismatik yang secara performa intelektual mendapat pengakuan dari dunia internasional, khususnya kaum muslimin. Tak seorang pun meragukan kredibilitas dan kapabilitas Nawawi dalam ranah studi ilmu-ilmu keislaman. Selain âlim, Nawawi dikenal sebagai ulama yang produktif melahirkan magnum opus dalam pelbagai disiplin ilmu keislaman seperti: Tafsir, Fikih, Tawhid, Hadis, dan sebagainya.

Baca lebih lanjut

Kronika Pekan Olah Raga dan Seni Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) 2007

Samarinda-muslimkalsel (06/11/2007): Kontingen Tuan Rumah Kalimantan Timur hingga Senin (5/11) kemarin semakin mantap memimpin perolehan medali dengan 16 emas, 6 perak dan 7 perunggu. Kontingen Kalsel pada hari ke 5 berhasil menambah perolehan medali perunggu di cabang bergengsi Bulu Tangkis Ganda Putra perseorangan. Pasangan asal Kota Gunung Bamega Syamsir Alam dan Masrudin yang sebelumnya mengalahkan atlit kalbar 2:1, diperempat final dikalahkan pebelutangkis tangguh dari Jatim 2:0.

Baca lebih lanjut

Hj. Ratu Atut Chosiyah (Plt. Gubernur Banten): MTQ Diharapkan Dapat Meningkatkan Etos Keberagamaan Masyarakat

Serang-JT, 2006: Jurnal “Tilâwah” berkesempatan bincang-bincang dengan Ibu Hj. Ratu Atut Chosiyah, Plt. Gubernur Banten. Seperti diketahui, orang nomor satu di tatar Banten ini termasuk memiliki perhatian yang besar terhadap pelbagai kegiatan keagamaan, seperti halnya MTQ. Dalam setiap penyelenggaraan MTQ, baik tingkat Kabupaten/Kota, terlebih Tingkat Provinsi, hampir dipastikan beliau menyempatkan hadir. Dan menurut catatan Jurnal “Tilâwah”, Ibu Atut, demikian beliau biasa dipanggil, kerap menjenguk kafilah Banten pada setiap event penyelenggaraan MTQ/STQ Tingkat Nasional. Baca lebih lanjut

Quo Vadis Pembinaan Alquran di Banten

Cita Banten sebagai sentra pembinaan skill dan pengembangan studi Alquran harus segera diwujudkan. Masyarakat Banten sejatinya telah sekian lama menyandang romantisme historis dan ingatan kolektif tentang dinamika dan eksistensi Banten yang amat diperhitungkan di wilayah Nusantara, bahkan dunia, terutama dalam konteks ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni pada ranah kajian dan skill seni Alquran. Inilah salah satu modal dasar bagi upaya mewujudkan Banten menuju masyarakat religius yang bercirikan iman dan takwa.

Baca lebih lanjut